Wednesday, January 25, 2012

Meng-Indonesia-kan Bahasa Inggris

MengIndonesiakan bahasa Inggris atau mengEnglishkan bahasa Indonesia? Ayo pilih mana?

Saat ini mungkin pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, baik tingkat dasar hingga tingkat menengah, masih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar ketika menjelaskan materi atau pelajaran bahasa Inggris. Padahal alangkah baiknya jika pembelajaran bahasa Inggis menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa wajib ketika belajar dan mengajar pelajaran bahasa Inggris. Keberadaan grammar-translation method, sebagai teori klasik ternyata masih menguasai dunia pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.

Meski kadang disisipi penjelasan dengan menggunakan bahasa Inggris, tetap saja bahasa yang dominan dalam pembelajaran bahasa Inggris masih dikendalikan oleh bahasa Indonesia. Hal ini tentu bisa menghambat laju perkembangan ilmu bahasa Inggris yang kian hari kian dibutuhkan di Indonesia.

Saya sebenarnya pendukung penuh keberadaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jadi wajar jika blog ini masih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa wajib ketika menjelaskan beberapa teori bahasa Inggris. Saya bukan tidak setuju pembelajaran bahasa Inggris harus menggunakan bahasa Inggris pula. Saya hanya setuju jika bahasa Inggris cuma digunakan ketika belajar dan mengajar pelajaran speaking and conversation saja. Jadi ketika kita mengajar dan belajar skill kemampuan berbahasa lainnya, seperti reading, listening, dan listening, maka kita wajib  menggunakan bahasa Inggris. Itu saja dan tidak begitu ribet.

Harus kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa. Dengan memiliki banyak bahasa daerah, Indonesia bisa dikatakan salah satu negara kaya. Ya, kaya akan bahasa.Sebut saja bahasa Jawa, bahasa keseharian penulis :). Bahasa Jawa kabarnya telah menempati posisi ke 12 bahasa di seluruh dunia sebagai bahasa lisan yang sering digunakan sehari-hari. Percaya tidak? Kalau belum percaya, mari kita simak tulisan Comrie (2009: 809)di bawah ini :

Javanese does not have the status of an official language in Indonesia (although it does have the status of a regional language), but has by far the largest number of native speakers of any Austronesian language. Javanese is spoken by about 90 million people, representing 40 per cent of the people of Indonesia, making it the twelfth most widely spoken language in the world. It is taught in schools, and represented in the mass media, but may be losing in influence to the national language, Bahasa Indonesia. Java is the most populous island in Indonesia, and about two-thirds of the people on the island speak Javanese. Javanese is spoken mainly in central and eastern Java. It is also spoken in a thin strip along the north coast of west Java except for the area around Jakarta, where a form of Malay is spoken.

Lihat tulisan yang bercetak tebal di atas, mungkin benar bahasa Jawa adalah salah satu bahasa besar di dunia, bukan? Salah satu contoh tersebut jelas membuat Indonesia semakin kaya bahasa :) Dengan demikian, Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, masih dianggap sebagai bahasa kedua oleh sebagian masyarakat kita.


Jika sudah demikian, kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris semakin sulit jika "memaksakan diri" menggunakan bahasa Inggris. Meski sistem pendidikan Indonesia terbaru menetapkan wajibnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa penting untuk anak-anak di sekolah dasar, tetap saja bahasa Indonesia harus menjadi bahasa pengantar dalam dunia pembelajaran bahasa Inggris.


Bahasa Inggris itu bukan masalah "How are you?" saja. Bahasa Inggris pun bukan masalah "Why do you speak English?" saja. Bahasa Inggris itu bahasa yang kompleks. Bahasa Inggris itu bahasa penting yang tidak bisa dikuasai dalam hitungan jam. Kita butuh berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun untuk menguasainya.


Dengan keberadaan bahasa daerah yang masih mendominasi kebanyakan masyarakat di Indonesia, bahasa Inggris pasti dikatakan sebagai bahasa ketiga setelah bahasa Indonesia. Dengan ini maka wajar jika penggunaan bahasa Indonesia masih sangat perlu dibutuhkan sebagai bahasa pengantar ketika mempelajari bahasa Inggris, bahasa ketiga kita.


Dengan mengindonesiakan bahasa Inggris, kita mencoba bersabar untuk meEnglishkan bahasa Indonesia...


Catatan :


Tulisan Stress... Jangan dianggap serius.

No comments:

Post a Comment