Wednesday, November 16, 2011

Translating Difficult Sentences

Cara menerjemahkan kalimat yang sulit dan rumit? apa benar ada kalimat yang rumit dan sulit? Jawabannya ada. Lalu bagaimana menerjemahkannya? Oke, ini dia penjelasan Newmark. Dalam catatan Peter Newmark (1998: 110) mengungkapkan ada dua cara menerjemahkan kalimat yang sulit, berikut ini:

There are broadly two ways of translating syntactically/lexically difficult sentences: (a) read them carefully, get the sense, and edge it towards the full meaning; (b) in particular for long and syntactically complex sentences, and when you can scarcely make head or tail of them, first translate them literally ('plough through them', I say), get the sense, and then edge it in stages towards your final (intermediately positioned) version. Which method you use may depend on the occasion and your temperament, and you may use both methods, ending up in the middle and amending them for the appropriate register or discourse. Personally, I prefer the second method, and I think most people and most translators would prefer the first.

Begitulah penjelasan tentang 2 cara menerjemahkan kalimat yang sulit. Lalu seperti apa sih kalimat yang sulit itu? Jika melihat penjelasan tentang cara penerjemahan kalimat yang rumit di atas, saya simpulkan bahwa kalimat yang rumit dan sulit adalah complex sentence (kalimat majemuk bertingkat) yang benar-benar panjang dan penuh dengan sisipan. (lihat di Jenis Kalimat menurut Jumlah Predikatnya)

Contoh penerjemahan kalimat bahasa Inggris yang rumit ini juga pernah diberikan oleh Choliludin s(2007: 125) eperti di bawah ini :

The point that it would be interesting, in view of the cultural division in America between Whites and Blacks,, if their speech had not developed differently.

Kalimat di atas dianggap rumit karena ada sisipan adverbial phrase (in view of the cultural division in America between Whites and Blacks) diantara main clause dan sub clausenya. Dan terjemahan kalimat tersebut ke dalam Bahasa Indonesia menjadi :

Mereka menekankan bahwa akan sangat mengejutkan jika gaya bicara mereka tidak berkembang secara berbeda karena pada kenyataannya terdapat pembagian budaya di Amerika antara orang kulit putih dan orang kulit hitam.

Referensi :

Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Visipro.
Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Multilingual Matters, Ltd.

No comments:

Post a Comment