Monday, June 20, 2011

Tebak “I am” atau “I is”

Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan dua kawan saya, entah dari mana kita berbincang-bincang eh ketemunya membahas masalah grammar. Dari pembahasan grammar tersebut, ternyata ada satu catatan yang sangat menarik untuk kita bagikan disini, yah sekedar istirahat sejenak membahas dan mendiskusikan Bahasa Inggris.

Lanjut lagi, dari pembahasan grammar dimana saya dan kawan-kawan saya bicarakan tersebut, eh tidak tahu entar dari mana nongolnya tu kalimat, just suddenly ceplos kawan saya bilang, “Don’t say I am.. But say I is…….” Teman saya yang sudah punya anak itu dengan gigih mempertahankan pendapatnya itu bahwa, “I is” bukan “I am”.

Kawan saya yang satu lagi, beradu argument dengan cukup sengit, mengingat kedua-duanya cukup rada pinter secuil memahami grammar, saya hanya diam saja seolah-olah berpikir padahal senang melihat keduanya beradu pendapat dan gagasan dalam bidang grammar.

Dari perdebatan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam grammar semuanya bisa diubah menurut versinya masing-masing, jadi tak perlu protes dengan pendapat mereka tadi. Jadi, jika mereka bilang “I is” maka tak perlu ribut, itu hak mereka. Jika mereka bilang “You is” itu juga hak mereka.

Dengan rasa kantuk yang super tinggi, dalam hati saya berpikir (ups otaknya udah pindah di hati), emang bisa gitu “I is” bukan “I am”????

Akhirnya, setelah berlama-lama berpikir seperti orang berotak, kutemukan juga jawabannya…. Bahwa subyek “I” bisa dan bahkan wajib menggunakan “is” jika subjective complement kalimat teresebut adalah “the ninth letter of the alphabet”…. Yes !!!!

Jadi kesimpulannya adalah, tak perlu ribut dengan guyon bahasa Inggris yang kita perdebatkan karena jawabannya adalah..

Don’t say “I am the ninth letter of the alphabet”………. But say “I is the ninth letter of the alphabet”……… Oke…. Oke….. Oke.. Piss!!!!

No comments:

Post a Comment