Friday, March 18, 2011

Tanda Baca "Titik" (.) di Akhir Kalimat


Menggunakan tanda baca (Punctuation) dalam menulis sebuah teks baik itu tulisan formal seperti skripsi ataupun tulisan yang informal seperti posting ini adalah sebuah keharusan. Karena dikatakan harus, maka barang tentu itu adalah hal yang sangat penting. Jika tidak, tulisan yang tanpa tanda baca bisa sulit dipahami atau dalam bahasa yang lebih ngetrend disebut “ambigu”. Jika tulisan kita dianggap ambigu, maka jelas akan membingungkan pembaca kita. Misalnya saja, ada mahasiswa yang menulis skripsi namun tidak tahu cara menggunakan tanda baca, saya jamin seorang Dosen Pembimbing skripsi mahasiswa tersebut (jika benar-benar kompeten dalam Ilmu Bahasa) pasti akan memberitahukan kepada mahasiswa tersebut untuk memperbaikinya. Misalkan lagi seorang blogger yang menulis sebuah postingan namun postingannya nampak ambigu karena kekurang telitian menggunakan tanda baca, tentu pembaca postingan blogger tersebut akan bertanya-tanya, “Kok ga nyambung ya?” Contoh: Saya sedang makan mobil menabrak becak  nah, pasti anda tahu kalimat sebenarnya seperti apa, namun karena tidak jelas dimana tanda bacanya, pasti sobat semua mikir dulu kan? tentu hal ini bisa sangat mengganggu kenyamanan pembaca...

Titik (.) di Akhir Kalimat

Bagaimanapun juga, seorang yang suka menulis pasti sangat paham akan pentingnya penggunaan tanda baca ini. Nah salah satu tanda baca (punctuation) yang terkenal dalam dunia tulis menulis adalah “titik” (.) yang dalam Bahasa Inggris Amerika disebut dengan periods dan dalam Bahasa Inggris British disebut full stops. Salah satu fungsi titik adalah untuk mengakhiri sebuah kalimat. Dalam menjelaskan tanda baca “titik” di akhir kalimat, Greenbaum (1996:515) mengatakan:

The period (commonly called full stop in British English) is the most usual punctuation mark for the end of an orthographic sentence. The relatively infrequent alternatives are the question mark and the exclamation mark. Since these two marks replace the sentence period they are generally not followed by a period even when quotation marks intervene:

Tanda baca ‘titik’ adalah tanda baca (punctuation) paling umum untuk mengakhiri sebuah kalimat. Selain ‘titik’ ada dua tanda baca lain yang bisa mengakhiri kalimat yaitu ‘tanda tanya’ (?) dan ‘tanda seru’ (!). Kedua tanda baca tersebut menggantikan titik, oleh karena itu jika ada kalimat diakhiri dengan tanda tanya dan tanda seru, maka umumnya tidak diikuti oleh titik lagi meskipun dalam kutipan (tanda kutip). Contoh:

1.       He looked slowly round at the crew and said, ‘Anyone know  if it’s raining in Jakarta?’

It is acceptable and quite usual—particularly in official and business letters—to put a period at the end of a request that is politely framed as a question:

2.        Would you kindly telephone the above number to make an appointment.
3.       In the meanwhile, may I just confirm a few administrative details.

Sangat boleh dan sudah biasa—khususnya dalam surat resmi dan surat bisnis—meletakkan titik pada akhir sebuah permintaan yang umumnya dianggap sebuah pertanyaan yang sopan. Lihat contoh (2) dan (3), bisa saja keduanya diakhiri dengan tanda tanya, namun juga tidak salah menggunakan titik.

Sekian saja dulu penjelasan tanda baca titik di akhir kalimat, keterangan lebih lanjut menyusul


No comments:

Post a Comment