Thursday, February 17, 2011

Jenis-Jenis Terjemahan (Bagian 5)

Setelah sebelumnya kita telah membahas mengenai tujuan terjemahan yang diungkapkan oleh Newmark, sekarang mari kita menelusuri jenis-jenis terjemahan berdasarkan tujuan terjemahan yang diterangkan oleh Brislin (1976:3-4). Jenis-jenis terjemahan ini juga diterangkan dalam Choliludin (2007:26-29) Brislin mengkategorikan terjemahan menjadi empat jenis. Berikut keempat jenis-jenis terjemahan yang  diungkapkannya tersebut:

a.   Pragmatic Translation

It refers to the translation of the message with an interest in accuracy of the information that was meant to be conveyed in the source language form and it is not concerned with other aspects of the original language version. The clearest example of pragmatic translation is the translation of the information about repairing a machine.

Terjemahan pragmatik mengacu pada pesan yang akurat terhadap informasi yang diungkapkan dalam bentuk bahasa sumber dan tidak meliputi aspek lain dari bahasa aslinya. Contoh paling jelas terjemahan pragmatik adalah terjemahan mengenai informasi perbaikan mesin.

b.   Aesthetic-poetic Translation

This refers to translation in which the translator takes into account the affect, emotion, and feeling of an original agnate version, the aesthetic form used by the original author, as well as any information in the message. The examples of this type are the translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel.

Terjemahan aestetik-puitis mengacu pada hasrat, emosi dan perasaan bahasa sumber, yaitu bentuk aestetik yang diungkapkan oleh pengarangnya. Contoh terjemahan ini seperti terjemahan sonnet, puisi, drama, novel dan karya sastra lainnya.

c.   Ethnographic Translation

The purpose of ethnographic translation is to explicate the culture context of the source and TL versions. Translators have to be sensitive to the way words are used and must know how the words fit into culture.

Tujuan terjemahan etnografis ini adalah untuk menjelaskan konteks budaya dari bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penerjemah harus peka terhadap cara kata disusun dan ia juga harus tahu bagaimana kata-kata tersebut sesuai dengan sebuah budaya.

d.   Linguistic Translation

This is concerned with equivalent meanings of the constituent morphemes of the source language and grammatical form, an example is language in a computer program and machine translation.

Terjemahan linguistiK ini mengacu pada padanan makna dari komponen morphem bahasa sumber dan bentuk gramatikalnya, contoh: bahasa dalam program komputer dan terjemahan mesin.

Mohon maaf, saya bukan penerjemah professional yang dibayar dengan sepantasnya. Namun saya hanya memberikan referensi bahasa Inggris tentang translation ini seadanya. Oleh karena itu saya terjemahkan seenaknya, yang penting nyambung bukan? Jika akan dijadikan referensi Silahkan terjemahkan dengan mengacu pada metode terjemahan yang baik menurut para ahli. Thanks a lot…

Referensi:

Brislin, R.W. 1976. Translation: Application and Research. New York: Garden Press, Inc.

Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Visipro.

No comments:

Post a Comment